Buaya Ini Ternyata Mampu Berkelana Dari Pulau ke Pulau


VIVAnews – Sebagai reptil terbesar di dunia yang belum punah, buaya air asin bisa berenang di laut. Namun, kendati bergerak lamban, buaya jenis ini mampu berkelana dari satu pulau ke pulau lain. Kemampuan ini diperlihatkan hewan buas tersebut di pulau-pulau Pasifik Selatan.

Demikian menurut penelitian tim ilmuwan di Australia, seperti yang dimuat di laman LiveScience.com. Mereka mendeteksi bahwa reptil besar itu lihai seperti peselancar, yaitu memanfaatkan laju gelombang yang membantunya bergerak cepat di lautan.

Memiliki nama ilmiah crocodylus porosus, buaya air asin ini bisa tumbuh hingga 7 meter dan berbobot lebih dari 1.000 kg. Tak heran bila reptil itu termasuk hewan raksasa yang disegani sesama penghuni laut.

Ikan hiu, yang juga terkenal buas, bisa dia telan dengan cepat. Buaya itu bahkan nekat menyerang benda-benda yang tidak bisa dia makan, termasuk perahu. Kapal-kapal kecil tak segan-segan dia sikat karena dikira sebagai mangsa atau musuh.

Menurut perhitungan, gigitan buaya bisa berbobot hampir dua ton – cukup kuat untuk meremukkan tulang atau menghajar lambung kapal. Hewan predator itu sering terlihat di wilayah-wilayah tropis – misalnya di sebelah timur India, Asia Tenggara, sebelah Australia, dan di sejumlah pulau-pulau di Pasifik.

Meski hidup di air asin, buaya itu tidak lazim dianggap sebagai reptil laut seperti halnya kura-kura. Pasalnya, buaya air asin lebih suka tinggal di darat untuk mencari makanan dan air.

Pergerakan buaya air asin di laut selama ini sulit dilacak. Itulah sebabnya tim peneliti sampai perlu mengerahkan alat transmisi sonar dan penginderaan satelit. Alat-alat canggih itu menunjukkan bahwa buaya air asin ternyata memanfaatkan laju gelombang laut untuk menempuh perjalanan yang jauh, dari satu pulau ke pulau lain.

Menurut Hamish Campbell, peneliti dari Universitas Queensland di Australia, buaya air asin pada dasarnya bukan perenang andal. “Namun mereka bisa bertahan hidup cukup lama di air tanpa makan dan minum. Mereka hanya bergerak bila gelombang laut memungkinkan mereka untuk berselancar dan mereka bisa menempuh perjalanan jauh di laut,” kata Campbell.

Dia memperkirakan bahwa buaya air asin bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 48 km. Campbell dan timnya menjabarkan riset mereka itu pada Journal of Animal Ecology, yang terbit pada 8 Juni. (hs)

Perihal arnstev
"Bless all forms of intelligence"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: