Amrik Temukan Cadangan Mineral US$ 1 Triliun di Afghanistan (0..o)


WASHINGTON (Arrahmah.com) – Afghanistan ternyata menyimpan banyak cadangan mineral yang belum dimanfaatkan. Bahkan tim Amerika Serikat menemukan hampir US$ 1 triliun cadangan mineral yang mencakup logam-logam industri penting seperti lithium.😯

Demikian diberitakan New York Times mengutip pejabat-pejabat pemerintah AS. Selain lithium, cadangan mineral yang belum pernah diketahui sebelumnya itu juga mencakup besi, tembaga, kobalt dan emas. Cadangan mineral itu begitu besar sehingga bisa mengubah negara Afghanistan yang miskin menjadi salah satu pusat pertambangan penting dunia. (pasti dimanfaatkan ama si AS lagi jadi alasan dia berperang langsung menjajah)

Kandungan mineral itu ditemukan oleh tim pejabat Pentagon dan geologis AS. Kekayaan alam itu ditemukan di berbagai penjuru Afghanistan termasuk di wilayah selatan dan timur di sepanjang perbatasan dengan Pakistan, tempat terjadinya perlawanan mujahidin Imarah Afghanistan yang paling intens.

“Ada potensi mencengangkan di sini,” kata Jenderal David Petraeus, panglima U.S. Central Command dalam wawancara dengan New York Times seperti dilansir Reuters, Senin (14/6).

“Tentunya ada banyak sekali, tapi saya pikir itu potensinya sangat besar,” imbuhnya.

Menurut sebuah memo internal Pentagon, Afghanistan bisa menjadi “lithium Arab Saudi”. Lithium merupakan bahan mentah kunci dalam produksi baterai untuk laptop dan barang-barang elektronik lain seperti telepon genggam.

Pejabat-pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Afghanistan saat ini tidak memiliki industri atau infrastruktur pertambangan. Jadi butuh waktu beberapa dekade bagi negeri itu untuk bisa mengeksploitasi benar-benar seluruh kekayaan mineralnya.

Menurut temuan AS itu, cadangan terbesar yang ditemukan sejauh ini adalah besi dan tembaga. Begitu besarnya kuantitas tersebut sehingga cukup untuk menjadikan Afghan sebagai produsen besar dunia.

Berita ini diduga akan meningkatkan persaingan antara pemain-pemain regional seperti China, India dan Rusia untuk merebut peran yang lebih besar dalam mengeksploitasi sumber daya alam tersebut.

Dua perusahaan China sebelumnya telah menyatakan komitmen mereka untuk investasi senilai US$ 4 miliar di sektor pertambangan tembaga Aynak, sebelah selatan Kabul, ibukota Afghanistan. Itu merupakan investasi asing non-militer terbesar di Afghanistan sejauh ini. (dtk/arrahmah.com)

Perihal arnstev
"Bless all forms of intelligence"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: