Engineering for you today


Hari ini engineering atau jurusan teknik menurutku merupakan pilihan yang baik. Ya setidaknya itu pendapatku. Alasannya karena teknik sangat menjanjikan dalam prospek ke depan ya seperti teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika teknik sipil dan jurusan teknik lainnya termasuk dalam bidang ilmu komputer.

Selain pekerjaannya asik bagi yang menyukainya tetapi juga sangat baik dalam segi gajinya, karena itu pekerjaan ini sangat cocok untuk kita pada sekarang ini melihat banyaknya dilakukan pembangunan dan produksi yang ada di dunia ini yang membutuhkan seorang engineer untuk menyelesaikannya. Berikut di bawah ini contoh dari keasikan engineering  di luar negeri.

1. Engineers Rappel Down Washington Monument

Sedikit lebih dari sebulan lalu, penduduk Area Metro DC (termasuk staf eGFI kami) tercengang mengalami apa bagi banyak dari kita adalah gempa besar pertama kami. Sementara gempa 5,8 untungnya tidak menimbulkan bahaya yang signifikan atau hilangnya nyawa, banyak bangunan dan monumen yang masih membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan struktural mereka.

Akibatnya, minggu ini satu tim insinyur yang beruntung menyelesaikan tugas mereka yang paling paling menarik : bergantungan menuruni Monumen Washington untuk memeriksa retak dan kerusakan gempa lainnya. Di antara mereka adalah insinyur struktural Emma Cardini, yang juga diperiksa beberapa fasad cukup mengesankan, termasuk Chicago Tribune Tower dan Jembatan Amerika di Panama. Namun, tidak ada yang bisa membandingkan dengan pengilhatan mata burung ibukota, melihat dia benar-benar menikmati pada pekerjaan terbarunya.
Pandangan kota benar-benar “mengagumkan,” selagi bekerja pada monumen, katanya dalam profil Washington Post. “Untuk seorang insinyur, itu adalah Disney World.” read more

2. Temui Shwetak Patel,  peraih MacArthur Fellow 2011

Shwetak Patel ingin membantu Anda menghemat energi di rumah Anda. Seorang profesor ilmu komputer dan rekayasa di University of Washington, Patel juga merupakan penerima 2011 dari MacArthur Fellowship (juga dikenal sebagai “Genius Hibah”) untuk karyanya mengembangkan canggih, sensor energi user-friendly untuk rumah dan kantor.
Teknologi unik Patel menggunakan algoritma canggih untuk menentukan berapa banyak energi setiap perangkat rumah tangga mengkonsumsi dengan mengambil pola masing-masing aktivitas. Dengan hanya memasang beberapa sensor nirkabel, warga bisa membedakan mana peralatan mereka menggunakan energi paling dan untuk memantau air dan konsumsi listrik sepanjang hari.
Selain menghemat bumi dan dompet Anda, Patel membayangkan aplikasi lain untuk sensor nya, seperti pemantauan gerak manusia dalam membangun untuk meningkatkan keamanan rumah dan perawatan orang tua. Read more

Perihal arnstev
"Bless all forms of intelligence"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: