Haruskah?


Hai,

Pernahkah kalian mencintai seseorang sangat dalam sampai kalian mengingat semua tawanya, senyumnya, candaan dan kebiasaannya yang kalian sukai?

Pernahkah kalian mencintai orang itu  sampai ketika hubungan kalian harus berakhir kalian tetap sulit melupakan semua tentangnya bahkan sampai dengan waktu yang lama?

Pernahkah kalian sangat mencintai seseorang sampai melihat bayangan orang itu pada orang lain dan berharap kalian bisa bertemu dengannya sekali lagi dan hanya ingin mengobati rasa rindu?

Pernahkah kalian bertengkar atau berselisih dengan orang yang kalian cintai karena suatu hal, namun kalian tidak bermaksud apa-apa dari pertengkaran tersebut hanya berniat membina hubungan dengannya?

Well I do, aku pernah, dan aku hanya bingung, aku terus memikirkan dirinya saat ini dan semakin merasakan rindu. Semakin bingung ketika aku hanya menatap nomor telponnya dan fotonya, berniat untuk menghubunginya dan kembali berteman. Tapi aku takut dia bahkan tidak merasakan hal yang sama sepertiku dan bahkan dia tidak memikirkan ku sama sekali, that hurts.

Aku ingin bertanya kepada kalian, haruskah aku menghubunginya dan menjadi teman kembali dengan dirinya?

 

Perihal arnstev
"Bless all forms of intelligence"

One Response to Haruskah?

  1. Felicia Rustandi mengatakan:

    Harus lah yah..kan temenan itu baik 😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: